Alternatif Writer Block, Kiat Menulis Lancar Jalur Bebas Hambatan
Alternatif Writer Block, Kiat Menulis Lancar Jalur Bebas Hambatan
Setiap profesi yang dijalankan oleh seseorang, pasti memiliki hambatan atau kesulitan. Tak terkecuali bagi mereka yang berprofesi sebagai penulis. Ada satu hambatan yang sama-sama dirasakan, baik itu oleh para penulis profesional yang sudah terbiasa menulis dan menerbitkan buku, sampai Anda yang baru saja memulai profesi ini. Hambatan ini dinamakan writer block. Apa itu writer block dan bagaimana alternatif writer block agar bisa kita temukan? Berikut penjelasannya untuk Anda.
Mengambil definisi dari kamus Oxford, writer block adalah sebuah masalah yang kerap kali dialami oleh penulis ketika tidak mampu menuliskan karya dan ide-ide barunya. Istilah ini popular sejak tahun 1940-an dan diperkenalkan oleh Edmund Bergler, ahli psikoanalisis di Amerika. Dalam bukunya berjudul “The Writer and Psychoanalysis”, dirinya mengatakan writer block adalah salah satu bentuk dari manifestasi masokisme psikis atau berarti sabotase diri, yang merupakan keinginan bawah sadar untuk mengalahkan kesadaran seseorang dan untuk menikmati kekalahan yang dibangun sendiri. Dengan kata lain, writer block membuat penulis terjebak dalam melanjutkan tulisan mereka.
Alternatif Writer Block untuk Para Penulis
Writer block juga memiliki variasi durasi. Seseorang dapat berhenti tak tau bagaimana melanjutkan ide mereka mula-mula dalam hitungan hari, bulan, bahkan hingga tahun. Meski dapat menghantui siapa saja, Anda tidak perlu khawatir berlebihan bila menghadapi pengalaman ini. Ada beberapa cara untuk mengatasi writer block. Apa saja? Berikut ulasannya.
- Istirahat
Sama halnya ketika Anda sedang melakukan aktivitas rutin dalam jangka waktu yang panjang. Sesekali tentu Anda membutuhkan waktu untuk beristirahat. Baik itu sekadar untuk mengambil napas atau membiarkan tubuh dapat bersantai sejenak. Demikian pula ketika menulis. Istirahat menjadi solusi utama bagi Anda ketika mengalami writer block. Berhentilah menulis untuk beberapa waktu.
Dengan istirahat, Anda sekaligus dapat menjalankan aktivitas lain yang menyenangkan. Misalnya, jalan-jalan, bermain game, tidur, makan makanan favorit, dan lain sebagainya. Malah dengan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, Anda berkesempatan mendapat ide baru yang jauh lebih masuk akal dengan tulisan yang sedang Anda susun. Ketika kembali menulis, maka Anda akan merasakan tubuh yang segar dan inspirasi tambahan.
- Membaca buku
Cara menumpas writer block lainnya adalah dengan membaca buku. Seperti kata pepatah, bahwa buku adalah jendela ilmu, solusi kedua ini cocok untuk Anda yang benar-benar kehabisan ide dalam menyusun tulisan. Dengan membaca buku sejenis, tentunya akan ada banyak ilmu dan pengalaman baru yang bisa Anda dapatkan. Selanjutnya, ini akan menjadi referensi baru untuk karya yang akan Anda selesaikan.
Tak sedikit sebenarnya writer block dialami oleh mereka yang jarang membaca buku. Semakin banyak daftar bacaan yang berhasil diselesaikan oleh seseorang, semakin banyak pula ide, gagasan, informasi, dan kreativitas yang bisa diperoleh. Dengan kata lain, aktivitas menulis dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah ketika seseorang sudah banyak membaca buku.
- Buat outline atau kerangka tulisan
Membuat outline atau kerangka tulisan merupakan bagian yang dianjurkan dalam setiap aktivitas menulis, apa pun itu. Outline berguna untuk mengarahkan penulis agar paling tidak tetap sesuai dengan rancangan awal. Melihat fungsinya ini, dapat dikatakan bahwa outline selalu dibuat di awal sebelum menulis. Maka dari itu, bisa saja masalah writer block muncul karena Anda tidak membuat outline sebelum menulis.
Apakah di tengah jalan outline ini bisa berubah? Jawabannya tentu bisa. Namun tetap, perubahan tersebut tidak akan jauh dari ide awal dan dapat tersusun dengan rapi.
Outline dapat berisi daftar-daftar singkat setiap bab atau bagian. Lebih lanjut, Anda juga dapat menambahkan sedikit poin-poin sebagai penjelas. Tujuannya tetap sama, agar tulisan Anda tetap pada jalurnya, tidak terjadi salah cerita, setiap bagiannya tersusun runtun, dan membantu menyelesaikan tulisan dengan lebih cepat. Oleh karenanya, segera buat outline ini bila Anda belum membuatnya.
- Bangun suasana yang nyaman
Ada banyak tanda ketika Anda terkena writer block. Salah satunya adalah sulit fokus atau mudah terdistraksi. Seberapa keras Anda mencoba untuk membangun fokus ini, tetap saja gagal. Mungkin lingkungan di sekitar Anda sedang tidak kondusif? Bila demikian yang terjadi, Anda butuh segera mencari tempat yang tenang dan sekiranya dapat membuat Anda kembali fokus.
Ada orang yang lebih nyaman berada di ruangan hening dan memilih untuk menyendiri mengerjakan pekerjaannya. Namun, ada pula orang yang lebih memilih memutar volume music kencang-kencang sambil menyelesaikan pekerjaan. Anda tinggal memahami diri Anda sendiri, tergolong ke dalam manakah diri Anda.
Jangan lupa juga untuk memperhatikan waktu. Ada orang yang jauh lebih bisa produktif bila mengerjakan sesuatu di malam hari. Sebaliknya, ada pula yang lebih nyaman mengerjakan segala sesuatunya di pagi hari. Pahami ini, lalu coba terapkan dalam diri Anda. Dengan demikian, produktivitas Anda dapat terjaga dengan baik. Pada akhirnya, Anda mampu menyelesaikan writer block.
- Menulis tanpa menyunting
Apakah Anda sering kali membaca kembali tulisan Anda lalu mengubahnya? Bila Anda masih melakukan ini di tengah-tengah pengerjaan karya Anda, segera hentikan. Meski berhubungan, menulis berbeda dengan edit atau menyunting. Keduanya membutuhkan waktu pengerjaan yang berbeda dan tidak bisa dilaksanakan dalam satu waktu bersamaan.
Menulis sambil menyunting hanya akan menghabiskan waktu Anda dan membuat Anda selalu merasa tidak puas terhadap apa yang sudah Anda kerjakan. Anda hanya akan terus-terusan mengubah tulisan pada bagian sebelumnya. Padahal, setiap bagian tentunya berkesinambungan dengan bagian lain. Artinya, mengubah satu sama dengan mengubah banyak hal lainnya.
Yang perlu Anda lakukan adalah fokus terhadap aktivitas utama, yaitu menulis. Melihat kembali tulisan secara utuh baiknya dilakukan ketika seluruh naskah selesai. Begitu juga dengan menyunting. Dengan demikian, Anda dapat menghindari writer block.
- Membuat deadline
Ini dapat menjadi solusi akhir untuk memerangi writer block ketika cara-cara sebelumnya sudah Anda pakai. Sering kali orang berhasil melakukan sesuatu karena adanya faktor tuntutan untuk segera diselesaikan. Nah, Anda dapat memanfaatkan hal yang demikian. Coba buat deadline untuk diri Anda sendiri.
Dalam membuat deadline ini, tentu saja ada banyak pertimbangan sebelum Anda memutuskan. Misalnya, target cetak, kesibukan, kemampuan, dan kualitas dari tulisan Anda itu sendiri. Jangan pernah membuat deadline yang tidak masuk akal bisa Anda capai. Sebab, bisa jadi akhirnya Anda kewalahan dan berdampak pada kualitas karya. Intinya, adanya deadline dapat mendorong Anda agar lebih bertanggung jawab terhadap apa yang Anda sudah mulai.
Nah, di atas tadi adalah beberapa kiat writer block. Yang perlu Anda ingat kembali, hambatan ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang pengalaman berapa lama dalam menulis. Terlebih bagi penulis baru seperti Anda, akan selalu muncul hambatan-hambatan yang mengurungkan niat Anda dalam menyelesaikan tulisan.
Jangan sampai aktivitas menulis Anda terhenti dalam jangka waktu yang lama sehingga karya Anda batal untuk terbit. Maka dari itu, selalu siapkan solusi-solusi untuk permasalahan yang terjadi. Selamat berkarya!