Ingin Menjadi Seorang Penulis? Mengubah Cerita Hidup Menjadi Buku Solusinya
Mengubah cerita hidup menjadi buku merupakan tantangan tersendiri bagi penulis. Sebab, jika penyampaian sebuah cerita dikemas kurang menarik, tentu akan mempengaruhi minat pembaca. Misalnya dalam menulis cerita hidup, diperlukan cara-cara tertentu untuk menarik perhatian pembaca. Seperti halnya, dengan mengemas cerita hidup menggunakan bahasa semenarik mungkin.
Buku yang memiliki latar cerita tentang kehidupan seseorang kini tengah menjadi idaman bagi penikmat buku di Indonesia. Hal tersebut di latarbelakangi bahwa hampir sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki kecondongan membaca kisah hidup orang lain. Serta buku-buku dengan tema tersebut dapat dikategorikan sebagai bacaan yang mampu dibaca dan ditulis oleh segala kalangan.
Langkah-langkah Mengubah Cerita Hidup Menjadi Buku
Dalam melakukan sesuatu, poin dasar yang perlu diperhatikan adalah menentukan langkah-langkah yang tepat. Tak terkecuali dalam menulis, langkah-langkah yang sesuai harus dipilih secara tepat, agar menghasilkan tulisan yang bagus dan dapat diterima orang. Berikut langkah-langkah dalam mengubah cerita hidup menjadi buku.
- Mengumpulkan Data-Data
Langkah awal untuk mengubah cerita hidup menjadi buku adalah mengumpulkan data-data yang akan dimuat dalam buku. Jika cerita tersebut merupakan kisah orang lain, maka dapat dilakukan dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari tokoh tersebut. Namun, jika Anda ingin menceritakan diri sendiri, maka perlu mengumpulkan data-data terkait diri sendiri secara terperinci
Mayoritas data-data tersebut berkaitan dengan kehidupan dari tokoh itu sendiri ataupun peristiwa-peristiwa yang pernah dialaminya secara terperinci. Adapun cara untuk mengumpulkan data tersebut, dapat dilakukan dengan cara wawancara bersama narasumber secara langsung atau orang-orang yang mengenalnya. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan data selengkap-lengkapnya.
- Tentukan Daya Tarik Tokoh
Langkah kedua untuk mengubah cerita hidup menjadi buku adalah dengan mencari kemudian menentukan daya tarik dari tokoh yang sedang dibahas. Sebuah buku yang mengambil tema cerita hidup, daya tarik merupakan salah satu faktor penting untuk ditonjolkan. Terlepas dari tokoh tersebut dikenal banyak orang maupun tidak, Anda harus mampu memberikan tanggapan kuat mengapa tokoh tersebut perlu untuk dikisahkan.
Misal, Anda menulis tentang kisah pribadi, maka ceritakan semenarik mungkin tentang suatu sifat atau kejadian yang menurut Anda paling menarik dan dapat memberikan gambaran tentang diri Anda secara garis besar. Hal tersebut, akan membantu membuat naskah cerita yang Anda buat semakin menarik untuk dibaca. Dengan adanya daya tarik di dalamnya juga, memberikan kesan lebih kepada pembaca.
- Membuat Kerangka Cerita
Kerangka merupakan unsur paling dasar yang dipersiapkan oleh penulis sebelum memulai kegiatan menulisnya. Kerangka sendiri adalah garis besar sebuah cerita yang ditulis secara terstruktur agar penulis tetap berpegang pada ide atau gagasan awal. Kerangka cerita sendiri pada dasarnya berfungsi untuk membantu penulis dalam menyelesaikan tulisannya sesuai dengan ide awal.
Kerangka cerita harus ada sejak awal, hal tersebut merupakan bentuk antisipasi seorang penulis akan cerita-cerita yang keluar dari ide awal. Tujuan dari adanya kerangka cerita adalah untuk menetapkan batasan, sehingga cerita yang ditulis akan tetap pada jalurnya. Sebab, banyak sekali kasus sebuah cerita yang keluar dari ide awal. Oleh karena itu, pentingnya menyiapkan kerangka cerita sedari awal.
- Tentukan Judul Sementara
Langkah selanjutnya untuk mengubah cerita hidup menjadi buku adalah dengan menentukan judul sementara dari tulisan tersebut. Hal itu penting untuk dilakukan, mengingat karena judul merupakan identitas dari sebuah tulisan. Tapi mengapa harus judul sementara? Sebab terkadang ditengah jalan seorang penulis bisa saja mengubah judul dari tulisannya. Namun, terlalu sering mengganti judul juga akan mempengaruhi sebuah naskah cerita.
Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk membuat kerangka cerita terlebih dahulu, sehingga walaupun judul diganti di tengah jalan, naskah cerita di dalamnya akan tetap berada pada jalurnya. Dalam menentukan judul sendiri, Anda bisa menentukan dengan cara memilih salah satu cerita yang paling menonjol dari naskah cerita tersebut. Mengapa cerita yang menonjol? Sebab cerita yang menonjol tentu akan memberikan kesan kepada pembaca.
- Kembangkan Kerangka Tulisan
Langkah selanjutnya untuk mengubah cerita hidup menjadi buku adalah mulai mengembangkan kerangka tulisan. Kerangka tulisan dapat dikembangkan melalui ide dari data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Adapun data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya akan dipilah dan dipilih sesuai dengan kebutuhan tulisan Anda. Kemudian tuliskan dengan kalimat-kalimat yang efektif dan menarik. Pada tahapan ini, Anda bisa melengkapi naskah cerita dengan menambahkan foto atau gambar yang sesuai cerita yang sudah Anda tulis sebelumnya.
- Selesaikan Menulis Seluruh Cerita
Langkah paling krusial selanjutnya untuk mengubah cerita hidup menjadi buku adalah menyelesaikan keseluruhan dari naskah cerita. Adapun tahapan ini merupakan tahapan yang terbilang sulit, beberapa penulis mengaku banyak mendapatkan kendala yang terkadang membuat mereka enggan untuk melanjutkan menulis. Oleh karena itu, pada tahapan ini hal yang paling penting bagi penulis adalah mampu mengendalikan emosi dan perasaan yang sedang dirasakannya.
Perasaan dan emosi yang sulit dikendalikan merupakan kendala terbesar yang dihadapi seorang penulis pada tahapan ini. Oleh karena itu, kendala tersebut perlu dengan cepat diatasi agar tulisan yang dibuat dapat segera diselesaikan. Hal penting lainnya pada tahap ini adalah, Anda juga perlu membaca buku-buku biografi orang lain, kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu Anda dalam menambah referensi penulisan naskah cerita yang sedang ditulis.
- Publikasikan Cerita Hidupmu
Tahap akhir untuk mengubah cerita hidup menjadi buku adalah dengan mempublikasikannya. Sebenarnya tahapan ini bukan tahapan yang wajib untuk dilakukan, sebab seorang penulis terkadang menulis cerita hidupnya untuk dijadikan sebagai koleksi pribadi saja. Namun, perlu diketahui saat sebuah tulisan dipublikasikan tentu akan memberikan banyak manfaat kepada orang lain.
Oleh karena itu, dengan memublikasikan sebuah tulisan tentu akan memberikan banyak keuntungan bagi diri sendiri dan juga orang lain. Jika tulisan tersebut memang ingin dibukukan, maka penting bagi seorang penulis untuk mencari dan memilih lembaga penerbitan terpercaya. Saat Anda sudah menemukan penerbitan yang sesuai dengan kualifikasi, kemudian Anda akan mengirimkan naskah cerita untuk diproses hingga akhirnya bisa dicetak. Dalam segala hal yang terjadi pasti akan ada kendala yang selalu membersamainya. Tak terkecuali dalam upaya menerbitkan buku. Baik saat proses pengeditan atau pencetakan buku pasti akan muncul suatu kendala.
Oleh karena itu untuk mengubah cerita hidup menjadi buku perlu adanya antisipasi sedini mungkin, salah satunya dengan memilih jasa penerbitan buku yang terpecaya. Sebab, hal tersebut akan mempengaruhi hasil buku yang sudah Anda impikan. Namun, kendala lain yang sering kali terjadi adalah kesibukan yang dimiliki oleh setiap orang yang ingin memulai menulis. Sekarang ini sudah ada berbagai jasa yang membantu seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan,misalnya seperti jasa penulis profesional atau ghostwriter. Jika Anda bermianat untuk menulis buku dengan mudah, klik tautan berikut untuk info mengenai jasa penulis profesional yang terpecaya https://bit.ly/jasanulisbuku.